BISNIS

Terpopuler
Unggulan
Terkomentari

Bunga Kredit Korporasi Bank BUMN Masih Tinggi

HIPMI menyatakan baru bank swasta yang berani menawarkan bunga kredit single digit.

Minggu, 15 Januari 2012, 14:59 WIB
Hadi Suprapto

Gedung Bank Mandiri (VIVAnews/Adri Irianto)
BERITA TERKAIT

VIVAnews – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai kebijakan Bank Indonesia menurunkan suku bunga mulai menampakkan hasil. Tren penurunan suku bunga mulai terjadi. Bahkan beberapa perbankan sudah memberikan bunga single digit.

Sayangnya, bunga single digit ini belum menyentuh kredit produktif, khususnya bank-bank milik pemerintah, seperti kredit modal kerja dan investasi. “Rata-rata malah kredit konsumtif,” kata Sekretaris Jenderal Hipmi Harry Warganegara di Jakarta, Minggu 15 Januari 2012.

Beberapa bank yang sudah menurunkan bunga kreditnya menjadi single digit antara lain Bank BTN yang menurunkan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) menjadi 9,00% untuk kredit di atas Rp350 juta, dan 9,75 persen untuk di bawah Rp350 juta. “Sayangnya kredit-kredit produktif, seperti korporasi masih di atas 10 persen,” katanya.

Padahal, Harry menilai, sektor-sektor produktif harus tetap bergerak agar bisa memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sedangkan menggenjoot kredit konsumsi justru hanya akan menaikkan inflasi. “Kredit produktif lah yang semestinya digenjot,” kata Harry.

Pantauan HIPMI, baru bank swasta yang berani berinisiatif menawarkan bunga kredit korporasi single digit. Sedangkan Bank BUMN belum terlihat. Hal yang sama untuk kredit Usaha Kecil Mikro dan Menengah. Harry mengatakan, kebijakan penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) oleh beberapa bank besar sudah tepat. Namun penurunannya harus berdampak pada suku bunga kredit-kredit produktif yang memacu dunia usaha.

Gaji PNS Naik Tiap Tahun, Bantul Keberatan

“PBD kita Rp 1,2 triliun, hampir 70 persennya untuk menggaji PNS,” ujar Bupati Bantul

Sabtu, 14 Januari 2012, 12:12 WIB
Nur Farida Ahniar

Pegawai Negeri Sipil (PNS) (VIVAnews/Adri Irianto)
BERITA TERKAIT

VIVAnews – Kenaikan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil, yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar 10 persen, akan berdampak pada alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pasalnya, lebih dari 50 persen dana APBD di banyak daerah sudah digunakan untuk menggaji rutin PNS, bahkan alokasinya ada yang mencapai 70 persen.

Pernyataan keberatan itu dikemukakan oleh Bupati Bantul, Sri Suryawidati. Porsi pembayaran gaji PNS di Bantul mencapai 70 persen dari seluruh APBD.

“APBD kita sebesar Rp 1,2 triliun hampir 70 persennya untuk menggaji PNS,” kata dia di Bantul, Sabtu 14 Januari 2012.

Akibatnya berbagai program untuk peningkatan kesejahteraan rakyat akan semakin kecil anggarannya. Padahal Dana Alokasi Umum (DAU) yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak bisa menutup membengkaknya anggaran untuk gaji PNS.

“DAU yang kita terima tidak mampu menutup kenaikan gaji PNS. Seharusnya pemerintah pusat jika menaikkan gaji PNS dana untuk menaikkan gaji ditanggung oleh pemerintah pusat bukannya ditanggung oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Ida panggilan akrab dari Sri Suryawidati ini menyatakan kabupaten atau kota di Indonesia yang APBDnya dibawah 50 persen untuk menggaji PNS dapat dihitung dengan jari. Sedangkan APBD yang diatas 70 persen habis untuk menggaji PNSnya masih ratusan.

Fastron Europe Asia Expedition 2011

Bukti ketangguhan Pertamina Fastron, melintasi 23 negara lebih dari 27.000 KM.

Sabtu, 14 Januari 2012, 18:01 WIB
Ririn Aprilia

Pertamina Fastron
BERITA TERKAIT

VIVAnews – Setelah 126 hari menjelajahi dua benua, Asia dan Eropa, tim Pertamina Fastron Euro Asia Expedition berakhir di Roma, Italia, pada 20 Desember 2011 pukul 14.50 waktu setempat dengan kondisi kendaraan dan anggota tim yang prima.

Direktur Utama PT.Pertamina (Persero) Karen Agustiawan memberikan apresiasi dan penghargaan atas pencapaian Tim Pertamina Fastron Euro Asia Expedition dalam melakukan ekspedisi lintas benua, Asia dan Eropa.

Ekspedisi dengan mengendarai 4 mobil Toyota Fortuner keluaran terbaru menggunakan pelumas Pertamina Fastron Gold SAE 5W-30 API SN itu telah melintasi 23 negara dengan jarak tempuh lebih dari 27.000 KM.

Prestasi tersebut merupakan pencapaian anak bangsa yang pertama kali dalam melakukan penjelajahan melalui perjalanan darat lintas benua, lintas budaya dan lintas tantangan.

Dengan menggunakan produk bangsa Indonesia sendiri dan sekaligus merupakan pembuktian kualitas produk anak bangsa salah satunya adalah pelumas Pertamina Fastron Gold.

Pertamina Fastron merupakan produk unggulan yang telah teruji kualitasnya, sebagai pelumas Synthetic Pertamina yang tersedia dalam berbagai macam jenis varian sesuai dengan karakteristik kekentalannya. Juga merupakan pelumas sintetik dengan teknologi terkini dan tingkat performance tertinggi saat ini, sehingga mampu memberikan performa maksimal pada mesin kendaraan.

Ekspedisi ini merupakan ajang pembuktian keandalan produk Pertamina Fastron dalam menempuh berbagai medan, seperti kondisi medan jalan, perubahan cuaca ekstrem serta akselerasi kecepatan maksimal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • %d blogger menyukai ini: